Banyak orang tanpa sadar menggunakan makanan sebagai coping mechanism dalam menghadapi berbagai emosi seperti stres, bosan, cemas atau bahkan rasa bahagia yang berkepanjangan. Memilih makanan sebagai coping mechanism mungkin berguna untuk jangka pendek, tapi menjadikan makan untuk mendapat perasaan lebih tenang dan nyaman sebenarnya bisa mengarah pada rasa menyesal dan bersalah. Dampaknya, perasaan negatif justru meningkat karena akar permasalahan emosi tidak terselesaikan, sementara citra diri (self-image) berisiko menurun seiring bertambahnya berat badan atau timbulnya masalah kesehatan seperti kolesterol dan tekanan darah tinggi.
Disinilah peran psikologi menjadi kunci utama. Melalui pendekatan psikologis, kamu dibantu untuk mengembalikan kesadaran penuh terhadap hubungan antara emosi dan perilaku makan. Beberapa hal tersebut akan mengacu pada perubahan:
1. Perilaku
Treatment/coaching yang diberikan meliputi mengidentifikasi pola makan dan cara mengubah perilaku makan tersebut.
2. Kognitif
Terapi fokus pada pengaturan pola pikir yang menghambat diri saat menurunkan atau menjaga berat badan. Salah satu terapi pola pikir yang paling sering dipakai untuk membantu seseorang mengatur berat badannya yakni Cognitive Behavioral Treatment. Treatment yang dikhususkan untuk mengubah pola pikir serta perilaku ini meliputi,
- Menentukan kesiapan seseorang untuk berubah
Hal ini meliputi kesadaran akan pentingnya untuk mencapai tujuan dan membuat komitmen untuk melakukannya. - Belajar memonitor diri
Memonitor diri dapat membantu untuk meningkatkan kesadaran yang pemicu pemilihan makan dan bersikap mindful atas apa yang dipilih beserta porsinya. Di lain sisi, membantu untuk lebih fokus mencapai tujuan jangka panjang perjalanan dietmu. - Memutus siklus
Fokus pada kontrol stimulus dengan berlatih untuk tidak segera makan saat menghadapi situasi tertentu. Cognitive behavioral treatment mengajarkan untuk distraksi (mengganti makan dengan alternatif yang lebih sehat).
Hasil yang Berkelanjutan
Cara memutus hubungan dengan makanan adalah dengan positive reinforcement yakni dengan mengetahui cara mengatasi masalah, menemukan dukungan, dan mengubah kebiasaan makan. Melakukan terapi kognitif juga membantu seseorang menyadari pola berpikir yang menghambat untuk melakukan perubahan seperti makan makanan yang lebih sehat dan mengatur berat badan. Terapi ini akan melatih pola pikir menjadi lebih positif untuk diri sendiri. Sebab, untuk mendapatkan hasil yang konsisten dan permanen dalam perjalanan penurunan berat badan, pasien harus mengubah mental (pola pikir) terkait cara berpikir dan berperilaku.
Mulai perjalanan diet sehatmu dengan LIGHTcoach yuk! Program diet yang kamu jalani telah dirancang berdasarkan kepribadian masing-masing pengguna. Perjalanan diet akan lebih mudah karena dijalankan sesuai dengan permasalahan dan tantangan penggunamu. Selamat mencoba perjalanan diet bersama LIGHTcoach~
Tentang LIGHT Group
LIGHT Group adalah penyedia solusi manajemen berat badan yang komprehensif di Indonesia. LIGHT Group, didirikan pada 2004, memulai dengan klinik LIGHThouse untuk layanan kontrol berat badan. Hingga kini, lebih dari 125.000 pasien puas dengan program LIGHTweight yang dirancang oleh dr. Grace Judio. Selain itu, LIGHT Group mengembangkan produk diet dan hidup sehat (LIGHTmeal), aplikasi diet coaching (LIGHTcoach) dan Wellness Program Korporasi (LIGHTcoach Corporate), serta layanan fat removal, bariatric surgery, dan aesthetic surgery melalui LIGHThouse Advanced. LIGHT Group juga menyediakan terapi psikologis seperti hipnoterapi, Cognitive Behaviour Therapy, dan terapi kelompok untuk membantu pasien mencapai berat badan ideal dan gaya hidup sehat.
Informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
LIGHT Group Corporate Communication
[email protected]

