Tidak Suka Sayur, Bisakah Diganti dengan Buah?  

Artikel
Lightcoach • 7 May 2026
Tidak Suka Sayur, Bisakah Diganti dengan Buah?   Photo

Banyak orang yang menghadapi kendala saat harus mengonsumsi sayuran karena rasanya yang terkadang hambar atau sedikit pahit. Hal ini sering kali memicu kebiasaan untuk beralih sepenuhnya ke buah-buahan yang memiliki cita rasa manis dan lebih menyegarkan. Namun, hal ini menjadi perbincangan yang muncul, apakah mengganti porsi sayur dengan buah-buahan itu boleh? 

Secara general, sayuran merupakan bagian dari tumbuhan yang dapat dikonsumsi. Sedangkan buah merupakan ovarium yang matang pada tumbuhan berbunga dan mengandung biji. Sayuran biasanya memiliki rasa yang tidak terlalu manis hingga pahit, sedangkan buah-buahan sebagian besar rasanya manis. Karena itu, tidak sedikit orang yang kurang menyukai sayuran dibandingkan buah-buahan.

Sayuran dan buah memiliki persamaan dalam hal nilai gizi. Keduanya mengandung serat, vitamin C, mineral, dan antioksidan, serta rendah lemak. Namun, keduanya juga berbeda dalam tipe zat gizi dan jumlah yang dikandungnya. Berikut adalah perbedaannya:

1. Pada berat yang sama, buah cenderung memiliki lebih banyak gula dan kalori dibandingkan dengan sayuran. Semakin matang buah, semakin tinggi kandungan fruktosa dan glukosanya yang dicirikan oleh rasa yang semakin manis. Kandungan gula pada buah sekitar 5-15%, sedangkan pada sayuran kurang dari 5%. Ini menyebabkan nilai indeks glikemik sayuran relatif lebih rendah dari buah-buahan. Konsumsi buah yang sangat manis dan rendah serat perlu dibatasi, karena buah yang sangat manis mengandung fruktosa dan glukosa yang tinggi. Asupan fruktosa dan glukosa yang sangat tinggi dapat berisiko meningkatkan kadar gula darah.

2. Pada berat yang sama, kandungan kalori sayuran lebih rendah dibandingkan buah-buahan. Sehingga lebih menguntungkan jika sedang diet kamu makan sayuran.

3. Sayuran mengandung serat tidak larut air lebih banyak dibandingkan buah-buahan, yang bermanfaat memperlancar buang air besar.

4. Pada sayuran yang mengandung vitamin B penting untuk memastikan bahwa sel dalam tubuh berfungsi dengan baik.

5. Warna pada sayuran dan buah juga sangat bervariatif. Warna tersebut mengindikasikan kandungan zat gizi dan senyawa bioaktif yang tergolong sebagai antioksidan. Sebagai contoh:

  1. Warna merah dan orange mengindikasikan tingginya karotenoid dan vitamin A
  2. Warna biru atau ungu mengindikasikan tinggi antosianin dengan fungsi anti-inflamasi dan anti-mikroba.
  3. Warna hijau atau gelap merupakan sumber kalsium, serat, dan karotenoid.

Oleh karena itulah, sebaiknya sayuran dan buah tidak saling menggantikan atau saling meniadakan. Diet yang baik adalah menyeimbangkan antara sayuran dan buah-buahan. Guna memenuhi kebutuhan banyak zat gizi penting seperti vitamin, mineral dan antioksidan, seseorang harus mengkonsumsi beraneka ragam sayur dan buah. Konsumsi sayuran dan buah-buahan yang cukup merupakan salah satu prinsip gizi seimbang. Tidak makan sayuran sesekali bukanlah suatu masalah, asalkan tidak menghilangkan sayuran dari pola makan.

Berdasarkan panduan dari Kementerian Kesehatan RI, balita dan anak usia sekolah dianjurkan untuk mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan 300-400 gram per orang per hari dan bagi remaja dan orang dewasa sebanyak 400-600 gram per orang per hari. Sekitar dua-pertiga dari jumlah anjuran konsumsi tersebut adalah porsi sayur.

Meskipun buah adalah sumber nutrisi yang baik untuk tubuh, tapi tidak bisa menggantikan peran yang dimiliki oleh sayuran dalam metabolisme tubuh. Dengan tetap menyertakan sedikit sayuran dan buah dalam setiap waktu makan, kamu telah memberikan nutrisi yang baik untuk tubuh sekaligus menjaga rasa kenyang lebih lama. 

Mau temukan diet komprehensif yang sudah tersupervisi oleh ahli gizi dan psikolog? Mulai perjalanan diet sehatmu sekarang juga bersama LIGHTcoach~

Sumber:

Tentang LIGHT Group
LIGHT Group adalah penyedia solusi manajemen berat badan yang komprehensif di Indonesia. LIGHT Group, didirikan pada 2004, memulai dengan klinik LIGHThouse untuk layanan kontrol berat badan. Hingga kini, lebih dari 125.000 pasien puas dengan program LIGHTweight yang dirancang oleh dr. Grace Judio. Selain itu, LIGHT Group mengembangkan produk diet dan hidup sehat (LIGHTmeal), aplikasi diet coaching (LIGHTcoach) dan Wellness Program Korporasi (LIGHTcoach Corporate), serta layanan fat removal, bariatric surgery, dan aesthetic surgery melalui LIGHThouse Advanced. LIGHT Group juga menyediakan terapi psikologis seperti hipnoterapi, Cognitive Behaviour Therapy, dan terapi kelompok untuk membantu pasien mencapai berat badan ideal dan gaya hidup sehat.

Informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
LIGHT Group Corporate Communication
[email protected] 

ArtikelArtikel

Baca lebih lanjut tentang kami :