Kolesterol sebenarnya merupakan bahan pembangun esensial bagi tubuh, utamanya untuk sintesis zat-zat penting seperti membran sel, bahan isolasi di sekitar serat saraf, hormon kelamin, kelenjar adrenal, vitamin D, serta asam empedu. Secara normal, kolesterol diproduksi sendiri oleh tubuh dalam jumlah yang tepat.
Kolesterol sebenarnya merupakan bahan pembangun esensial tubuh, utamanya untuk sintesis zat-zat penting seperti membran sel, bahan isolasi di sekitar serat saraf, hormon kelamin, kelenjar adrenal, vitamin D serta asam empedu. Secara normal, kolesterol diproduksi sendiri oleh tubuh dalam jumlah yang tepat.
Akan tetapi, konsumsi makanan tinggi kolesterol secara berlebihan dapat memicu lonjakan kadar kolesterol dalam darah yang disebut hiperkolesterolemia. Jumlah kolesterol jakat ini biasanya meningkat karena asupan makanan yang berasal dari lemak hewani, seperti telur, jeroan, dan seafood. (Listiyana, dkk, 2013).
Menurut Ujani (2016), kondisi hiperkolesterolemia ini umumnya disebabkan oleh tiga hal utama:
1. Penerapan diet yang tinggi kolesterol dan lemak jenuh.
2. Ekskresi (pembuangan) kolesterol ke kolon melalui asam empedu yang terlalu sedikit.
3. Produksi kolesterol endogen di dalam hati yang terlalu banyak akibat faktor genetik.
Kadar kolesterol yang tinggi di dalam darah mempunyai peran penting dalam proses aterosklerosis (penyumbatan dinding arteri). Jika dibiarkan, kondisi ini akan menyebabkan kelainan kardiovaskular dan memicu penyakit jantung kronis.
Kapan Waktu yang Tepat untuk Cek Kolesterol?
Kadar kolesterol merupakan indikator terbaik untuk mendeteksi dini risiko penyakit jantung. Hal ini dikarenakan sebagian besar kasus hiperkolesterolemia tidak menimbulkan gejala sama sekali (silent killer)
Kadar kolesterol yang terlalu tinggi dapat menyebabkan aliran darah menjadi kental dan menurunkan suplai oksigen. Akibatnya, gejala yang timbul biasanya menyerupai kurang oksigen biasa, seperti sakit kepala dan pegal-pegal (Sari, 2014). Beberapa gejala khusus lainnya yang patut diwaspadai antara lain (Sihotang, 2014):
1. Rasa sakit atau pegal di tengkuk kepala bagian belakang
2. Rasa pegal yang menjalar sampai ke pundak
3. Kaki bengkak dan tubuh mudah capai
4. Gampang mengantuk di siang hari
Oleh karena sering ditemukan tanpa gejala, American Heart Association (AHA) merekomendasikan untuk melakukan pengecekan kolesterol minimal 5 tahun sekali bagi usia ≥ 20 tahun, dan melakukan pemeriksaan lebih sering pada individu dengan risiko tinggi seperti memiliki riwayat keluarga dengan penyakit jantung, diabetes, dan familial hypercholesterolemia (Grundy, et al, 2019).
Pemeriksaan harus dilakukan lebih sering atau berkala jika individu memiliki faktor risiko tinggi, seperti riwayat keluarga dengan penyakit jantung, menderita diabetes, atau mengalami familial hypercholesterolemia. Pemeriksaan darah di laboratorium kesehatan ini bertujuan untuk mendeteksi hiperkolesterolemia sedini mungkin agar dapat mencegah komplikasi fatal pada pembuluh darah (Sari, 2014).
Tabel Klasifikasi Kolesterol Total, LDL, HDL, dan Trigliserida
Setelah melakukan pemeriksaan laboratorium, hasilnya akan dibandingkan dengan tabel klasifikasi medis untuk menentukan golongan kadar kolesterol kamu (Aman, dkk, 2019)
| Jenis Pemeriksaan | Kategori | Kadar (mg/dl) |
| Kolesterol Total | Diinginkan | < 200 |
| Sedikit tinggi | 200 – 239 | |
| Tinggi | ≥ 240 | |
| Kolesterol LDL | Optimal | < 100 |
| Mendekati optimal | 101 – 129 | |
| Batas normal tertinggi | 130 – 159 | |
| Tinggi | 160 – 189 | |
| Sangat tinggi | > 190 | |
| Kolesterol HDL | Rendah | < 40 |
| Tinggi | ≥ 60 | |
| Trigliserida | Normal | < 150 |
| Sedikit tinggi (borderline) | 150 – 199 | |
| Tinggi | 200 – 499 | |
| Sangat tinggi | ≥ 500 |
Jika hasil pemeriksaan kamu masuk dalam kategori borderline atau tinggi, langkah paling efektif yang disarankan oleh ahli gizi adalah dengan memperbaiki pola makan (diet). Namun, diet untuk kolesterol bukan berarti harus memusuhi semua makanan. Kuncinya adalah menerapkan metode defisit kalori jika berat badan berlebih, serta membatasi asupan lemak jenuh. Nah, jika kamu ingin pola makanmu diatur secara tepat, aman dan terukur untuk menurunkan berat badan, kamu bisa mengunjungi Klinik LIGHThouse. Bersama dengan para ahlinya, perjalanan dietmu pasti akan berjalan lebih personal dan nyaman.
Referensi:
1. Aman, dkk. 2019. Pedoman Pengelolaan Dislipidemia di Indonesia. PB PERKENI.
2. Fusvita, A. and Irdayanti, I., 2022. Gambaran Kadar Kolesterol Total Penderita Diabetes Mellitus Di Rumah Sakit Benyamin Guluh Kolaka. Jurnal Analis Kesehatan Kendari, 4(2), pp.13-18.
3. Grundy, et al. 2019. 2018 Guideline on the Management of Blood Cholesterol: A Report of the American College of Cardiology/American Heart Association Task Force on Clinical Practice Guidelines. Circulation, 139(25), pp.e1082-e1143.
4. Li, L.H., Dutkiewicz, E.P., Huang, Y.C., Zhou, H.B. and Hsu, C.C., 2019. Analytical methods for cholesterol quantification. Journal of food and drug analysis, 27(2), pp.375-386.
5. Listiyana, A. D., Mardiana, M., & Prameswari, G. N. (2013). Obesitas sentral dan kadar kolesterol darah total. KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 9(1), 37-43.
6. Maryati, H., 2017. Hubungan Kadar Kolesterol Dengan Tekanan Darah Penderita Hipertensi Di Dusun Sidomulyo Desa Rejoagung Kecamatan Ploso Kabupaten Jombang the Correlation of Cholesterol Levels with Blood Pressure Hypertension Patients in Sidomulyo Rejoagung Village Distric. Jurnal keperawatan, 8(2), pp.127-137.
7. Ridwan, Muhammad. 2017. Mengenal, Mencegah, Mengatasi Silent Killer, “Hipertensi”. Jakarta: Romawi Pustaka.
8. Sari, Dewi Kartika. Tanda gejala dan bahaya hiperkolesterolemia. (2014). Tanda Gejala Dan Bahaya Hiperkolesterolemia, 3: 1-8.
9. Sihotang, H.T., 2014. Sistem pakar mendiagnosa penyakit kolesterol pada remaja dengan metode certainty factor (Cf) berbasis web. Jurnal Mantik Penusa, 15(1).
10. Ujani, S., 2016. Hubungan antara usia dan jenis kelamin dengan kadar kolesterol penderita obesitas rsud abdul moeloek provinsi lampung. Jurnal Kesehatan, 6(1).
11. Zubielienė, K., Valterytė, G., Jonaitienė, N., Žaliaduonytė, D. and Zabiela, V., 2022. Familial Hypercholesterolemia and Its Current Diagnostics and Treatment Possibilities: A Literature Analysis. Medicina, 58(11), p.1665.
Tentang LIGHT Group
LIGHT Group adalah penyedia solusi manajemen berat badan yang komprehensif di Indonesia. LIGHT Group, didirikan pada 2004, memulai dengan klinik LIGHThouse untuk layanan kontrol berat badan. Hingga kini, lebih dari 125.000 pasien puas dengan program LIGHTweight yang dirancang oleh dr. Grace Judio. Selain itu, LIGHT Group mengembangkan produk diet dan hidup sehat (LIGHTmeal), aplikasi diet coaching (LIGHTcoach) dan Wellness Program Korporasi (LIGHTcoach Corporate), serta layanan fat removal, bariatric surgery, dan aesthetic surgery melalui LIGHThouse Advanced. LIGHT Group juga menyediakan terapi psikologis seperti hipnoterapi, Cognitive Behaviour Therapy, dan terapi kelompok untuk membantu pasien mencapai berat badan ideal dan gaya hidup sehat.
Informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
LIGHT Group Corporate Communication
[email protected]




