Fenomena fear of missing out atau dikenal sebagai FOMO kerap marak di tengah gempuran media sosial saat ini. Istilah ini menggambarkan kondisi psikologis seseorang yang selalu merasa khawatir atau cemas apabila tertinggal tren yang sedang hits. Keadaan ini paling sering dialami oleh anak muda yang aktif bermain di media sosial.
Media sosial memang memainkan peran penting dalam memperlancar komunikasi sekaligus menjadi media hiburan secara digital. Akan tetapi, penggunaan yang tidak dimanfaatkan secara efisien justru dapat memberikan dampak yang kurang baik. Penderita FOMO dapat dengan mudah merasa dirinya tidak update terhadap informasi yang ada bila tidak mengikut tren yang sedang berlangsung di media sosial.
FOMO sangat mempengaruhi mental seseorang dalam bentuk kecanduan mengkonsumsi informasi di media sosial. Penderitanya bahkan bisa melakukan berbagai cara untuk terus merasa up to date tentang tren terkini yang sedang marak. Tujuannya adalah agar selalu terlihat update, terutama yang berkaitan dengan kegiatan sehari-hari dan kesenangan.
Salah satu dampak FOMO yakni mempengaruhi preferensi dalam pemilihan makanan. Banyak orang yang tergiur untuk mempublish makanan yang sedang tren untuk menarik perhatian khalayak ramai. Alhasil, semakin beragam makanan yang dipilih untuk dimakan demi memenuhi hasrat perkembangan di media sosial sekalipun sejatinya kamu tidak benar-benar membutuhkan.
Perasaan yang timbul untuk selalu terlibat dengan segala momen yang sedang berlangsung di media sosial dapat membuat kamu menjadi asal memilih makanan. Kamu jadi kurang bisa berpikir jangka panjang untuk masalah kesehatan. Hal ini karena kamu cenderung berusaha dan fokus untuk memenuhi arus yang sedang beredar di media sosial.
Saat ada makanan yang sedang tren di media sosial, apapun itu bentuk dan rasanya kamu selalu ingin ikut mencobanya sendiri. Alasan yang mendasari bisa karena takut tertinggal dari yang lain dan timbul perasaan dalam diri terpacu untuk mempertahankan kemampuan diri dan hidupnya sendiri. Kamu menjadi tergoda untuk mencoba makanan apapun yang sedang hits demi tidak merasa tertinggal daripada yang lain. Kegiatan ini juga ditujukan untuk mendapatkan atensi dari orang-orang di media sosial bahwa kamu termasuk orang yang update soal makanan.
Perilaku FOMO tidak jarang dapat mempengaruhi cara pandang mengenai kehidupan yang ideal. Jika tidak mengikuti tren makanan yang sedang hits, kamu akan dicap tidak gaul dan kurang pergaulan. Contoh perilaku lain yang menunjukkan gejala FOMO yakni makan di restoran all you can eat, buffet, atau saat acara keluarga. Pada situasi ini, kamu akan cenderung untuk makan lebih banyak sekalipun tubuh tidak memerlukannya.
Mengatasi FOMO dengan Menerapkan Mindful Eating
Cara terbaik untuk mengatasi FOMO adalah dengan menerapkan kesadaran (mindfulness) dan mempraktikkan kesadaran makan (mindful eating). Ketika kamu mulai makan secara perlahan, bersyukur atas apa yang sedang dimakan, dan mengapresiasi dari mana makananmu berasal, kamu akan memahami setiap prosesnya dan ini sangat bermanfaat untukmu.
Dengan begitu, kamu akan menjadi lebih rileks terhadap setiap makanan yang ada dan tidak terburu-buru untuk segera mengikuti makanan yang sedang tren saat itu. Kamu juga bisa mengucapkan afirmasi positif untuk membuat dirimu lebih aware terhadap makanan yang ada dan akan dimakan.
Memiliki pola pikir yang merasa diri kamu memiliki kelimpahan rezeki dapat memberikan kepercayaan pada diri sendiri. Kamu akan lebih mendengarkan tubuh dan percaya bahwa kamu sudah cukup makan.
Jika kamu membutuhkan bantuan Psikolog dalam menerapkan Mindful Eating, kamu bisa berkonsultasi dengan Psikolog Klinis di LIGHTcoach!
Tentang LIGHT Group
LIGHT Group adalah penyedia solusi manajemen berat badan yang komprehensif di Indonesia. LIGHT Group, didirikan pada 2004, memulai dengan klinik LIGHThouse untuk layanan kontrol berat badan. Hingga kini, lebih dari 125.000 pasien puas dengan program LIGHTweight yang dirancang oleh dr. Grace Judio. Selain itu, LIGHT Group mengembangkan produk diet dan hidup sehat (LIGHTmeal), aplikasi diet coaching (LIGHTcoach) dan Wellness Program Korporasi (LIGHTcoach Corporate), serta layanan fat removal, bariatric surgery, dan aesthetic surgery melalui LIGHThouse Advanced. LIGHT Group juga menyediakan terapi psikologis seperti hipnoterapi, Cognitive Behaviour Therapy, dan terapi kelompok untuk membantu pasien mencapai berat badan ideal dan gaya hidup sehat.
Informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
LIGHT Group Corporate Communication
[email protected]




